Sunday, 17 April 2016

Cara Main Online di PS3 (Khusus CFW)

Kali ini saya akan share bagaimana caranya main online di PS3 CFW, yang notabene tidak bisa main online sama sekali. Silahkan simak tutorial berikut ini.

Tutorial Online di CFW :
1.Pindahkan psnpatch.pkg dan psnpatch.cfg ke Hardisk External yg buat Game
2.Nyalakan PS3 trus masukan BD Pancing
3.Instal PSN Patch lewat Install Package Files di XMB
4.Load gamenya dari Multiman atau Webman atau lewat PS3 ITA Manager
5.Buka PSN Patch
6.Lalu ada beberapa Pilihan
7.Pilih Spoof IDPS & Disable CFW (Pencet X)
8.PSN Patch Aktif ditandai dengan bunyi Beep 2x
9.Nyalakan Internet
10.Sign in PSN
11.Buka gamenya lewat icon Disc
Happy gaming with Online :D
 
 
Note :
1.Jika ingin ganti game atau Load game lain harus (wajib) di restart dulu PSnya
2.Jangan Sign In PSN dulu jika ingin meload game dari Multiman takutnya CFWnya kedetek sama Sony
3.Karna PSN Patch kerjanya Disable CFW insya Allah aman maen Online
4.Kalau mau lebih aman maen gamenya pake BD pancing
5.Jika sudah CFW Cobra tidak perlu lagi BD Pancing
6.Jika kena Banned ID PSNnya tinggal buat lagi akun baru PSNnya
Jika kena Banned ID Consolenya harus beli ID Console baru atau nyolong ID Console dari Rental PS3 :v
Jika posisi di CFW Non-Cobra (Biasa) tapi gada BD Pancing harus load gamenya lewat PS3ITA Manager dan playnya juga harus lewat icon disc

Sejarah Desa GEGESIK

     Kali ini saya akan share tentang sejarah dari desa saya sendiri, yaitu Desa Gegesik yang terletak di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Berikut Sejarah Desa Gegesik.

  Pangeran Gesang/Ki Gede Gesik berkedudukan di Gesik-Tengah Tani mempunyai tiga anak laki-laki dan satu orang anak perempuan yaitu Ki jagabaya, Ki Sumerang, Ki Baluran dan Nyi Mertasari. Ketika menginjak dewasa, keempat anak itu meminta untuk menguasai tanah cakrahan yang dimiliki ayahnya jauh sebelum dilaksanakan babad hutan. Atas permintaan anak-anaknya itu Ki Gede Gesik mengadakan perundingan dengan Ki Kutub (Sunan Gunung Jati) dan Ki Sangkan (Ki Kuwu Cerbon) yang hasilnya diterima dan disetujui bersama. Ki Gede Gesik selanjutnya memerintahkan keempat anaknya untuk membagi tanah cakrahan miliknya yang terletak di bagian utara perbatasan tanah Cirebon disertai seorang utusan Ki Kutub yang bernama Ki Warga asal Danalaya, guna menyaksikan dan memberikan pertimbangan dalam pembagian tanah itu. Setelah sampai di tanah cakrahan yang akan dibagikan, mereka menemui jalan buntu karena ketiga anak laki-laki mempunyai pendirian yang bertentangan dengan saudaranya yang perempuan. Ketiganya berpendirian bahwa pembagian untuk anak laki-laki harus berbeda dengan anak perempuan. Anak perempuan cukup mendapat bagian tanah sebesar payung. Tentu saja pendirian ketiga saudaranya itu ditentang Nyi Mertasari, karena menurutnya pembagian harus sama luas. Pertentangan pendapat ini cukup memakan waktu lama dan kecil harapan dapat diselesaikan, sedang Ki Warga sendiri tidak sanggup mengatasainya. Oleh karena cukup lama tidak ada kabar berita, Ki Kutub sangat khawatir akan keselamatan Ki Warga dan selanjutnya memerintahkan Ki Panunggul asal Pajajaran menyusul ke tanah cakrahan untuk mengetahui keberadaan mereka. Setelah mendapat keteragan Ki Warga bahwa pembagian tanah cakrahan belum terlaksana bahkan menimbulkan percekcokan, Ki Panunggul membuat kebijakan dengan mengadakan sayembara yang diterima semua pihak dimana Ki Panunggul bertindak sebagai juri dan Ki Warga saksi. Dikatakan oleh Ki Panunggul kepada mereka bahwa “ barangsiapa diantara mereka dapat menadatangkan jenis-jenis hewan isi hutan, maka tanah cakrahan ayahnya seluruhnya menjadi miliknya”. Berturut-turut sayembara dimulai dari Ki Jagabaya dan terakhir Nyi Mertasari. 1.KI JAGABAYA:Dalam waktu sekejap dapat menghadirkan kuda ekor panjang berkerocok baja, dan seekor anjing berbulu tebal. 2.KI SUMERANG:Setelah tangannya menepak air sungai tiba-tiba menjadi kering (Kaliasat) dan muncul buaya putih yang cukup besar. 3.KI BALURAN:Dengan tusukan jarinya ke dalam tanah muncullah seekor ular yang besar seperti pohon kelapa. 4.NYI MERTASARI :Menunjukan tangannya ke kanan dan ke kiri dengan menyebut banteng, singa, macan, badak, maka berdatanganlah binatang-binatang yang disebutnya itu. Selesai melakukan sayembara, Ki Panunggul selaku juri melakukan penilaian seperti berikut: 1.Hasil Ki Jagabaya Kuda berekor panjang dan anjing berbulu tebal tidak dianggap hewan isi hutan melainkan hewan piaraan. 2.Hasil Ki Sumerang: buaya putih yang tidak kecil dianggap hewan laut. 3.Hasil Ki Baluran: ular sebesar pohon kepala dianggap hewan biasa dan terdapat di mana-mana 4.Hasil Nyi Mertasari: banteng, macan, singa dan badak dinyatakan benar tempatnya di hutan dan Nyi Mertasari dinyatakan sebagai pemenang sayembara.
Atas kemenangannya itu, seluruh tanah cakrahan dinyatakan sebagai hak milik Nyi Mertasari, sedang ketiga saudaranya tidak mendapat kekuasaan/hak atas tanah ayahnya itu sedikitpun. Setelah pernyataan dan penyerahan tanah pada Nyi Mertasari, Ki Panunggul bersama Ki Warga pulang untuk menyampaikan laporan kepada Ki Kutub mengenai segala sesuatu yang terjadai pada pembagian tanah cakrahan Ki Gede Gesik, sejak menemui jalan buntu hingga akhirnya diselenggarakan sayembara yang diterima dengan baik oleh Ki Kutub. Ketiga anak laki-laki yang gagal/kalah dalam sayembara merasa menyesal dan kecewa (sesudah ditinggalkan Ki Panunggul dan Ki Warga). Tidak lama kemudian datanglah Ki Warsiki dari Kedungdalem menghampiri ketiganya dan menanyakan mengapa mereka terlihat gundah, murung dan sedih. Pertanyaan Ki Warsiki dijawab dengan terus terang, dan diceritakan oleh ketiga anak laki-laki Ki Gede Gesik itu dari awal sampai akhir. Setelah Ki warsiki mengetahui duduk persoalannya, ia menyarankan agar ketiga anak itu segera menghadap Ki Kutub supaya bersedia meninjau kembali keputusan sayembara yang dilakukan Ki Panunggul. Saran Ki Warsiki diterima baik, akan tetapi mereka tidak berani langsung menghadap Ki Kutub. Mereka akhirnya meminta bantuan dan pertolongan Ki Warsiki untuk menghadap Ki Kutub menyampaikan ketidakpuasan atas hasil sayembara Ki Panunggul. Ki Warsiki menyatakan bersedia dan sanggup menghadap Ki Kutub, ia meminta diberi bagian tanah cakrahan sebagai tanda jasa. Dengan penuh keyakinan Ki Warsiki pergi menghadap Ki Kutub. Sesampainya di Keraton, ia menyampaikan maksud kunjungannya dan menceritakan ketidakpuasan ketiga anak Ki Gede Gesik dalam pembagian tanah cakrahan dengan cara sayembara dan meminta pertimbangan Ki Kutub supaya meninjau kembali keputusan Ki Panunggul. Ki Kutub menyatakan bahwa hal itu bisa saja dilakukan, asalkan Nyi Mertasari sebagai pemenang tanpa paksaan bersedia berunding. Bukan main gembiranya Ki Warsiki setelah mendengar jawaban Ki Kutub. Kemudian Ki Warsiki menemui Nyi Mertasari dan membujuknya supaya mau berunding kembali bersama ketiga saudaranya dalam persoalan keputusan sayembara. Atas pengaruh Ki Warsiki, Nyi Mertasari Menyatakan kesediaannya untuk meninjau kembali keputusan hasil sayembara, dan akhirnya Nyi Mertasari memberikan sebagian tanah cakrahan kepada saudara-saudaranya dan ia menentukan sendiri batas-batas tanah yang diberikan kepada ketiga saudaranya itu. Ki Jagabaya diberi tanah bagian sebelah utara, Ki Sumirang bagian selatan, Ki Baluran bagian barat laut, dan sisanya yang berada ditengah-tengah adalah bagian Nyi Mertasari sendiri. Setelah pembagian tanah dapat diselesaikan dan diterima semua pihak, mereka kemudian berunding kembali dan menetapkan Ki Jagabaya sebagai Ki Gede Jagapura, Ki Sumirang sebagai Ki Gede Bayalangu, Ki Baluran sebagai Ki Gede Guwa dan Nyi Mertasari sebagai Nyi Gede Gesik. Ditetapkan pila Nyi Gede Gesik Sebagai pemimpin daerah itu, karena keunggulannya dalam sayembara. Sesuai dengan janji untuk memberikan tanda jasa, Ki Gede Jagapura memberi tanah yang terletak di sebelah selatan jagapura blok situnggak. Ki Gede Bayalangu memberi tanah di blok sikacang, dan Nyi Gede Gesik walaupun tidak menjanjikan memberi tanah juga di blok sijinten. Adapun Ki Gede Guwa tidak memberi tanah, karena letaknya terlalu jauh. Sebagai gantinya Ki Warsiki meminta supaya Ki Gede Guwa bersedia memikul kebutuhan adat penduduk kedungdalem berupa gamelan panggung. Oleh karena itu hingga sekarang terdapat tanah bagian kedungdalem yang terpisah dari tanah kedungdalem, yaitu blok situnggak, sikacang, sijinten, dan blok panggung wayang. Nyi Gede Gesik meskipun seorang wanita akan tetapi besar sekali hasratnya untuk menguasai tanah, hingga mengadakan perluasan dengan menebang hutan yang berada di tepi pantai sebelah timur laut dari daerahnya yaitu di daerah luwung (leuweung/hutan) Gesik (sekarang terletak dikecamatan krangkeng kabupaten Indramayu). Setelah Ki Kutub mengetahui Nyi Gede Gesik Bermaksud menguasai Luwung Gesik, ia melarangnya. Menurut Ki Kutub tanah itu khusus disediakan untuk para dedemit dan siluman. Oleh karena itu Nyi Gede Gesik tidak jadi melakukan perluasan. Ki Panunggul sangat tertarik akan kecantikan Nyi Gede Gesik, dan bermaksud ingin menjadikannya istri. Atas saran Ki Warga, Ki Panunggul menemui Ki Lebe Embat-embat untuk menikahkannya, akan tetapi Ki Lebe tidak bisa memenuhinya dan disarankan untuk menemui Ki Lebe Bakung, kemudian Ki Lebe Bakung bersama Ki Panunggul berangkat menuju Gesik untuk melaksanakan perkawinan dengan Nyi Gede Gesik. Dari perkawinan dengan Ki Panunggul Nyi Gede Gesik Mempunyai keturunan dua orang. Anak laki-laki diberi nama Raja Pandita, dan yang wanita tidak disebut namanya. Raja Pandita setelah dewasa disayangi oleh Ki Sangkan dan ditugaskan menjaga keamanan di daerah ibunya. Adapun anak wanita disayangi oleh ki Lebe Bakung, dan karena sayangnya Ki Lebe Bakung meminta pertimbangan pada Ki Warga untuk meniokahinya. Sambil tersenyum ki Warga mengatakan kepada Ki Lebe Bakung demikian “kapi asem temen apa ora lingsem pas ngawinaken m’boke, anake arep dikawin dewek”. Karena kata-kata itu Ki Lebe Bakung selanjutnya disebut Ki Lebe Asem. Pada akhirnya terlaksana juga perkawinan dengan anak perempuan Nyi Gede Gesik tersebut. Dari perkawinan ini Ki Lebe Asem mempunyai keturunan dua orang anak laki-laki. Setelah dewasa kedua anak ini meminta orang tuanya untuk dapat menguasai daerah kekuasaan. Atas saran Ki Warga, tanah kekuasaan Nyi Gede Gesik dibagi dan diserahkan kepada kedua cucunya itu.
•Bagian dearah Karadenan kemudian menjadi Gegesik Kidul •Bagian daerah Ketembolan kemudian menjadi Gegesik Lor Oleh karena itu Ki Lebe Asem mempunyai putra lagi sebanyak dua orang, tanah Nyi gede Gesik dibagi menjadi dua itu kemudian masing-masing dibagi dua bagian lagi. Keradenan (GegesikKidul) menjadi Karacenan dan Kedayungan (Gegesik Wetan) ; Ketembolan (Gegesik Lor) menjadi Ketembolan dan Kecawetan (Gegesik Kulon). Sebutan tersebut menunjukan ciri-ciri pemimpin dan rakyat dari masing-masing desa sebagai berikut. Gegesik Kidul/Keradenan pemimpinnya bersifat keningratan, rakyatnya suka/pandai mengarang kata-kata(nganggit omongan). Pimpinan Gegesik Wetan/kedayungan menonjol dalam hal baik maupun buruk, rakyatnya suka beramai-ramai tanpa isi. Gegesik Lor/ketembolan pemimpinnya ditaati bawahan, rakyat senatiasa menggerutu dibelakang; sedangkan Gegesik Kulon/kecawetan pemimpinya disiplin,rakyatnya senantiasa menyerah tanpa bekas.
Nyi Gede Gesik meskipun seorang wanita akan tetapi besar sekali hasratnya untuk menguasai tanah, sehingga mengadakan perluasan dengan menebang hutan yang berada di tepi pantai sebelah timur lau dari daerahnya yaitu di daerah Luwung (Leuweung/hutan) Gesik (sekarang terletak di Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu).
            Setelah Ki Kutub mengetahui Nyi Gede Gesik bermaksud menguasai Luwung Gesik, ia melarangnya. Menurut Ki Kutub tanah itu khusus disediakan untuk para dedemit dan siluman. Oleh karena itu Nyi Gede Gesik tidak jadi melakukan perluasan.
            Ki Panunggul sangat tertarik akan kecantikan Nyi Gede Gesik, dan bermaksud menjadikannya sebagai istri. Atas saran Ki Warga, Ki Panunggul menemui Lebe Embat-embat untuk menikahkannya, akan tetapi Ki Lebe tidak bisa memenuhinya dan disarankan untuk menemui Ki Lebe Bakung. Kemudian Ki Lebe Bakung bersama Ki Panunggul berangkat menuju Gesik untuk melaksanakan perkawinan dengan Nyi Gede Gesik.
            Dari perkawinan dengan Ki Panunggul, Nyi Gede Gesik mempunyai keturunan dua orang. Anak laki-laki diberi nama Raja Pandita dan yang wanita bernama Sri Mulya. Raja Pandita setelah dewasa disayangi oleh Ki Sangkan dan ditugaskan menjaga keamanan di daerah ibunya. Adapun anak yang wanita disayangi oleh Ki Lebe Bakung, dan karena sayangnya Ki Lebe Bakung meminta pertimbangan pada Ki Warga untuk menikahinya.
            Sambil tersenyum Ki Warga mengatakan kepada Ki Lebe Bakung demikian: “kapi asem temen apa ora lingsem pas ngawinaken m’boke, anake arep dikawin dewek”. Karena kata-kata ini Ki Lebe Bakung selanjutnya di sebut Ki Lebe Asem. Pada akhirnya terlaksana juga perkawinan dengan anak perempuan Nyi Gede Gesik tersebut.
            Dari perkawinan ini Ki Lebe Asem mempunyai keturunan dua orang anak laki-laki. Setelah dewasa kedua anak ini meminta kepad orang tuanya untuk dapat menguasai daerah kekuasaan. Atas saran Ki Warga, tanah kekuasaan Nyi Gede Gesik dibagi dan diserahkan kepada kedua cucunya itu.
§  Bagian daerah Keradenan kemudian menjadi Gegesik Kidul.
§  Bagian daerah Ketembolan kemudian menjadi Gegesik Lor.

            Oleh karena Ki Lebe Asem mempunyai putra lagi sebanyak dua orang, tanah Nyi Gede Gesik Yang telah dibagi menjadi dua itu kemudian masing-masing dibagi dua bagian lagi. Keradenan (Gegesik Kidul) menjadi Keracenan dan Kedayungan (Gegesik Wetan); Ketembolan (Gegesik Lor) menjadi ketembolan dan kecawetan (Gegesik Kulon). Sebutan tersebut menunjukkan ciri-ciri pemimpin dan takyat dari masing-masing desa sebagai berikut. Gegesik Kidul/Keradenan pemimpinya bersifat keningrat-ningratan, rakyatnya suka/pandai mengarang kata-kata (nganggit omongan).
            Pimpinan Gegesik Wetan/Kedayungan menonjol dalam hal baik maupun buruk, rakyatnya suka beramai-ramai tanpa isi. Gegesik Lor/Ketembolan pemimpinnya ditaati bawahan, rakyatnya senantiasa menggerutu di belakang; sedangkan Gegesik Kulon/Kecawetan pemimpinnya disiplin, rakyatnya senantiasa menyerah tanpa bekas.
            Di Gegesik terdapat BENDA KUNO yang lazim di sebut “ZIMAT”, yaitu berupa ALAT TENUN KENTRUNG (tenun kampong). Hingga sekarang zimat tersebut masih tersimpan di Balai Desa Gegesik Kidul. Benda kuno yang pada mulanya diduga milik Nyi Gede Gesik ini, pada waktu sehabis musim tanam sawah (malam JUMAHAT KLIWON) diturunkan dari tempat penyimpanan untuk dibersihkan (dicuci). Setelah pencucian benda kuno ini, kuwu bersama pamong desa menjadi kebiasaan/tradisi mengelilingi perbatasan tanah sawah di desanya masing-masing.
            Benda kuno lainnya berupa ALAT PENGANGKUT, berkepala ular dari kayu, disebut “GERUDA”. Geruda ini (kepalanya) dibuat oleh seorang bernama Ki Sam dari Desa Bayalangu, sedang alat-alat kelengkapan lainnya dibuat kemudian oleh Ki Siti Sabil dari Gegesik Kidul dan Ki Sali dari Gegesik Kulon. Pada tiap tanggal dua puluh lima bulan Maulud benda ini diturunkan dari tempat penyimpanannya (di Balai Desa Gegesik Lor) dan dibersihkan, untuk diikutsertakan dalam pawai Mauludan Gegesik.

Cara Instal CyanogenMod 11 ROM via CWM 6.0.3.1 Untuk Samsung Galaxy Ace 3

- Instalasi via CWM 6.0.3.1

biar gak error wipe data dan system mke cwm 6.0.3.1 dulu.

1. wipe /data dan /cache

2. mount /system , lalu format /system

3. install zip from sdcard

4. pilih cwm 6.0.5.1

5. advanced - reboot recovery

6. install cm 11 : install zip from sdcard - pilih cm 11 zip

8. install gapps : mount /system -  install zip from sdcard - pilih gapps zip

9. format data/media

10. reboot



proses booting pertama akan memakan waktu cukup lama jadi bersabarlah.



setelah sukses

matikan hp dulu (shutdown) . trus idupin lg, tunggu bentar. klo dah msuk home hapus klo ada isi di folder /data/lost+found  baru reboot

Wednesday, 6 April 2016

Cara Menggabungkan Subtitle dengan Film Menjadi Satu File Film

Kali ini saya memberikan tips Cara Menggabungkan Subtitle dengan Film Menjadi Satu File Film. Mungkin agak ribet kali ya, hehe.. :p
Sebagian besar orang pasti pernah nonton film dong, mulai dari film action, comedy, drama, bahkan film anu*. Nah pasti Anda jika menonton film barat akan ada teks terjemahan di film yang Anda tonton, yang seperti itu dinamakan Subtitle. Namun jika Anda menonton film barat di PC Desktop atau Laptop pastinya subtitle akan terpisah dengan film nya dan Anda harus ribet-ribet mencari dimana file subtitle berada menggunakan media player tertentu. Untuk mencegah hal tersebut, saya akan memberikan tips-tips nya. Mari kita simak bersama-sama ;

-Pertama yang anda lakukan adalah download tool nya terlebih dahulu disini (mohon untuk tidak me-mirror link ini). Software yang kita gunakan adalah Mkvmerge GUI.
-Kedua, buka mkvmerge GUI di PC atau Laptop Anda

Mungkin seperti inilah penampakan mkvmerge 

-Ketiga, klik add diatas sebelah kolom Input Files, kemudian pilih Film dan file subtitle yang ingin kita gabungkan. Lalu klik Open


Keempat, setelah memilih film dan subtitle yang ingin digabungkan maka akan muncul seperti ini. Klik saja Start Muxing dibagian paling bawah. Tunggu hingga proses muxing selesai.



Kelima, setelah proses muxing selesai, kemudian klik open folder dibagian paling bawah. Akan muncul dua Film dengan nama yang berbeda.


Terakhir, buka film yang sudah kita muxing tadi. (film dengan nama yang berbeda biasanya ditandai dengan nama yang mirip dengan subtitle nya).


Enjoy watching :)

Cukup tips dari saya, semoga bermanfaat.

Bila ada kritik dan saran silahkan pos dikolom komentar.




Men-disable Antivirus SmadAV 2015

    Kali ini saya akan berbagi tips cara men-disable salah satu antivirus yang sering kita pakai di komputer atau laptop kita, yaitu SmadAV. Mungkin sebagian orang pernah terganggu oleh salah satu antivirus ini, seperti pemberitahuan virus yang seringkali terdeteksi atau gangguan saat anda melakukan jelajah file menggunakan flashdisk, dsbg. Maka dari itu, antivirus SmadAV yang kita gunakan harus kita disable atau non-aktifkan.

Cara untuk men-disable Antivirus SmadAV juga sangatlah mudah. Anda cukup mengklik kanan ikon SmadAV yang ada di tray bar kemudian Klik Disable Protection. Sedangkan cara ribetnya, Anda bisa buka SmadAV kemudian Klik menu Protection dan klik tombol Disable untuk men-disable atau menonaktifkannya.


Gambar Menonaktifkan antivirus SmadAV 2015

Selamat Mencoba !

Jika ada kritik atau saran, silahkan pos dikolom komentar.

Wednesday, 20 January 2016

SOSIALISASI DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN

Pada kali ini saya akan membagikan sebuah artikel tentang "Sosialisasi". Mungkin sebagian dari kita belum ada yang mengerti apa sih sosialisai itu ? Langsung saja kita simak artikel berikut ini :D

  • Pengertian
 Sosialisasi adalah proses mempelajari dan menyesuaikan diri terhadap nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku, baik melalui individu ataupun masyarakat.

  • Tujuan Sosialisasi
  1. Memberikan keterampilan yang dibutuhkan seseorang untuk dapat hidup ditengah masyarakat.
  2. Mengembangkan komunikasi seseorang agar lebih efektif.
  3. Melatih kemampuan adaptasi seseorang terhadap nilai dan norma yang berlaku.
  4. Untuk memperoleh ilmu pengetahuan melalui pendidikan baik formal maupun non formal.
Macam-macam Sosialisasi

1.      Berdasarkan cara berlangsungnya
            -Sosialisasi yang direncanakan/dikehendaki
            -Sosialisasi yang tidak direncanakan/tidak dikehendaki
 
2.      Berdasarkan tahapannya
            -Sosialisasi Primer
            -Sosialisasi Sekunder
 
3.      Berdasarkan Posisi Pelakunya/Pihak yang terlibat
            -Sosialisasi Equaliter (sejajar/sama)
            -Sosialisasi Otoriter (salah satu status)

Itulah beberapa artikel yang saya sampaikan, semoga bermanfaat :D

HAPPY READING

Sunday, 3 January 2016

Solusi Baterai Smartphone Android yang Boros

  Pada kali ini saya akan memberikan tips yang sangat berguna bagi smartphone anda, khusus nya smartphone dengan OS Android. Anda sering mengalami pemborosan baterai pada smartphone Android anda ? Nah, saya akan memberikan solusi untuk masalah yang seperti itu. Aplikasi ini memang jarang kita temui tetapi di beberapa negara sudah banyak yang menggunakannya. Aplikasi ini bernama Battery Calibration . Aplikasi yang dibuat oleh Nema ini memang sudah manjur dalam urusan pemborosan baterai :D

contoh gambar aplikasi Battery Calibration

Oke tanpa basa-basi lagi, langsung saja kita menuju ke cara penggunaannya. :D
Cara pemasangan/penggunaan :
  1. Pertama download aplikasi nya di Google Play
  2. Aplikasi ini membutuhkan akses root dari smartphone Android anda. Maka, anda harus terlebih dahulu di root.
  3. Buka aplikasi nya (jika ada permintaan perizinan dari SuperSU pilih saja izinkan/grant)
  4. Kemudian, charge smartphone Android anda sampai 100% (terisi full) dalam keadaan aplikasi Battery Calibration terbuka atau boleh anda meminimize nya dengan cara tekan tombol home.
  5. Setelah terisi 100% atau sudah full, silahkan anda tekan "Battery Calibration" di aplikasinya.
  6. Selanjutnya, ketika bertuliskan "battery calibration successfully" silahkan anda tekan ok dan cabut charger dari smartphone Android anda
  7. keluar dari aplikasinya. Selesai.
nb: Sebenarnya cara ini hanya mengkalibrasikan baterai saja agar baterai anda tidak ngaco saat melakukan aktivitas di smartphone Android anda.

Sekian pembahasan saya kali ini, monggo jika ingin bertanya silahkan di kolom komentar